4 Tips Desain Ruang Tamu Minimalis Sederhana

Sending
User Review
5 (1 vote)

4 Tips Desain Ruang Tamu Minimalis SederhanaRuang tamu mempunyai peran yang cukup penting dalam desain sebuah residensial. Ruang tamu merupakan area yang hendak menjadi tempat singgah tamu yang datang berkunjung ke tempat tinggal dan menjadi ruang pertama yang dikunjungi oleh orang lain. Aktivitas yang ditampung pada ruang tamu adalah aktivitas publik dengan penggunanya yang beragam yang digunakan untuk komunikasi antara tamu yang hadir dengan pemilik rumah. Dengan peran dan fungsi tersebutlah maka ruang tamu sering dijadikan sebagai pencitraan sebuah hunian. Bagaimana kesan yang ditampilkan ruang tamu kepada hadirin yang hadir dan karakter pemilik rumah dapat dilihat dari penataan interior ruang tamu tersebut.

Dalam penataan layout interior ruang tamu dalam rumah, ada beberapa prinsip dasar yang perlu diamati dalam penataannya. Keserasian dan keseimbangan, kemunculan suatu tatanan interior mesti mempunyai keharmonisan di mana semua elemen interior dalam ruang menghadirkan keterorganisiran tatanan dalam satu kesatuan yang harmonis dalam keadaan yang seimbang, visual yang dihadirkan tidak memberatkan salah satu area dalam ruang. Proporsi, penampilan interior ruang mesti berada dalam proporsi yang sesuai atau jelas, terlihat dari bagaimana penyeleksian ukuran elemen interior dengan luas ruang itu sendiri. Ruang yang sempit dengan unsur interior yang terlalu besar akan memperburuk keadaan sebuah ruang dan mengusik sirkulasi dalam ruang.

Focal point, kehadiran focal point dalam ruang dapat memperkuat karakter ruang yang ingin ditampilkan, karena focal point ialah penekanan pada salah satu spot untuk mengarahkan persepsi mata pada sesuatu yang ditonjolkan, misal Benda seni baik kriya maupun lukis, dekorasi lampu, dan sebagainya. Warna, penyeleksian warna merupakan salah satu faktor yang hendak memperlihatkan suasana atau efek ruang yang dihadirkan. Untuk ruang yang kecil hindari pemilihan warna yang gelap karena akan kian menjadikan situasi ruang makin penuh.

Warna juga dapat disesuaikan dengan fungsi ruang, untuk ruang tamu yang ingin menghadirkan kesan akrab dan tenteram, dapat memakai warna senada, seperti warna-warna pastel. Agar warna ruang tamu tidak terlihat membosankan kemunculan focal point dapat menciptakan kesegaran dalam ruang dan pemilihan warna pastel pun dapat dipadu-padankan dengan warna lain yang lebih cerah.

4 Tips Desain Ruang Tamu Minimalis Sederhana

Setelah mengetahui prinsip-prinsip dasar dalam pekonsep interior ruang, maka kita bisa mulai mendesain ruang tamu dengan meminimalkan terjadinya kesalahan konsep. Untuk menghasilkan desain sesuai dengan prinsip-prinsip dasar tersebut, dibutuhkan beberapa bagian pembentuk ruang, mebel dan aksesoris. Furniture Mebel jepara yang paling utama ada pada ruang tamu adalah tempat duduk dan meja, biasanya disertakan dengan mebel pendukung seperti lemari dan partisi. Aksesoris penunjang dapat berupa Benda seni yang di letakkan di lemari, lantai, dinding, maupun langit-langit ruang. Selanjutnya, prinsip dan elemen pembentuk ruang disesuaikan dengan ukuran atau dimensi ruang tamu dan tema yang ingin diangkat.

Setiap ukuran ruang tamu mempunyai solusi konsep layout ruang yang berbeda. Ruang tamu dengan ukuran ruang memanjang akan berlainan dengan ruang tamu berupa kotak persegi, ruang tamu sempit juga akan berbeda dengan ruang tamu yang berskala luas. Ukuran memiliki cukup pengaruh terhadap pemilihan tema ruang tamu. Ruang tamu sempit memanjang semestinya memilih tema dengan sedikit pernak-pernik, misal tema ruang tamu minimalis dengan mebel sederhana dan geometris vertikal atau horisontal, penyeleksian warna pun dapat menggunakan warna-warna pastel, ringan agar ruang tidak terlihat penuh dan gelap. Jika menginginkan ruang tamu dengan tema klasik atau mediteran, seharusnya buatlah ruang tamu dengan ukuran luas, hal ini berhubungan dengan model mebel dengan tema klasik yang cenderung mempunyai banyak ornamen dan berukuran besar. Hal ini meminimalkan terganggunya sirkulasi pengguna ruang kalau salah menyeleksi mebel dengan kondisi ruang. Kehangatan dan keakraban yang ingin dihasilkan dari rancangan ruang tamu juga dapat dibentuk dari beberapa bagian lain, seperti material. Selain memakai warna pastel, kemunculan material lain seperti kayu bisa sebagai aksen pada dinding, maupun material untuk lantai.

Selain ukuran ruang, perhatikan juga letak bukaan pada ruang, letak pintu dan jendela. Posisi sofa seharusnya tidak membelakangi pintu, sehingga kesan ‘welcome’ yang ingin disampaikan oleh penghuni rumah dapat tersampaikan dengan letak sofa yang menghadap pintu. Jika menggunakan sofa dengan ukuran besar dapat disandarkan pada dinding agar tidak menganggu sirkulasi. Arahkan persepsi tamu pada sesuatu yang Indah atau mempesona, misal focal point seperti lukisan dan Benda seni lain atau panorama luar ruang seperti taman dan kolam yang ditata secara epik.

Baca Juga : 5 Tips Agar Rancangan Kamar Tidur Minimalis Tidak Menjemukan

Tetapi, dalam pelaksanaannya, mendesain ruang tamu tidak harus mengeluarkkan anggaran yang cukup besar dengan pengadaan furnitur dan aksesoris baru. Merancang ulang ruang tamu juga bisa menaikkan penggunaan mebel lama dengan penataan ulang, sentuhan baru yang sederhana, dan penyesuain tema yang dikehendaki. Berikut ini beberapa contoh pedesain ruang tamu :

Desain Ruang Tamu Ukuran 2×1,5 Meter

Bagi sebagian orang, kemunculan ruang tamu di Tengah-Tengah layout rumah tidak terlampau penting dan jarang dipakai, khususnya untuk penduduk yang mempunyai kegiatan tinggi di luar rumah. Oleh sebab itu, tak sedikit yang menggabungkan ruang tamu dengan ruang keluarga agar ruangan di dalam rumah dapat lebih efisien. Fungsi ruang tamu sendiri adalah untuk menerima orang lain yang berkunjung ke tempat tinggal agar merasa nyaman dengan sambutan tuan rumah. Perkembangan versi hunian yang sekarang ini banyak digandrungi penduduk urban adalah type rumah tinggal dengan luasan tidak terlampau besar seperti rumah-rumah jaman dulu, mengenang terbatasnya lahan residensial dan tingkat perekonomian yang semakin tinggi mengakibatkan versi hunian sederhana menjadi opsi terbaik.

Desain ruang tamu yang kecil dan sederhana akan menjadi primadona bagi residensial kecil. Penataan dan jenis furniture sungguh mempengaruhi ruangan, jika ruang tamu yang dimiliki sempit, maka jangan gunakan perabot yang berskala besar dan membuat ruangan makin sempit, tapi seleksilah pengisi ruang yang cocok dengan kondisi ruang. Seperti pada versi ruang tamu mini yang berdesain natural dengan permainan pola warna hijau rumput sebagai latar belakangnya yang membedakan ruang tamu dengan ruang yang lain. Kapasitas ruang tamu cuma cukup untuk 3 orang, mengenang kapasitas ruang residensial ini memang cuma untuk 1-2 orang. Sebenarnya, dalam kasus ini ruang tamu dapat dijadikan satu dengan ruang keluarga, akan tetapi untuk tetap menjaga privasi pemilik rumah, maka diberikan sekat partisi sebagai pembatas ruang. Keberadaan foyer setelah pintu masuk berfungsi sebagai ruang antara yang hendak menyambut tamu sebelum masuk ke ruang tamu. Konsep ini biasa digunakan pada apartemen atau villa sederhana, dan dapat diaplikasikan pada hunian keluarga yang jarang sekali menerima tamu dalam jumlah yang besar.

Desain Ruang Tamu Ukuran 3×5 Meter Akses Layout Portrait

Desain ruang tamu tropis biasa digunakan untuk residensial yang bertema senada. Pada problem ini, ruang tamu bisa menjadi kebanggaan pemilik rumah, karena kesesuaian desain ruang dengan bangunan akan menghadirkan situasi tropis yang optimal. Ruang tamu dengan ukuran yang cukup besar, dipadukan dengan teras depan yang makin memberikan kesan luas dan melebarkan penglihatan mata ke arah taman atau kolam. Pemanfaatan iklim tropis yang berangin dan mempunyai pencahayaan alami, dapat diaplikasikan melalui bukaan yang lebar untuk memaksimalkan angin sepoi-sepoi yang kian memberikan ketentraman pada tamu. Penataan perabot juga akan memastikan tingkat ketentraman, jika mebel di letakkan tidak tepat, bisa jadi akan timbul ketidak nyamanan. Ruang tamu ini mempunyai kapasitas 5 orang dengan 2 buah meja yang diletakkan di segi bangku, hal ini bermaksud untuk memperluas ruang sirkulasi, sehingga pengguna tidak terhalangi meja yang berada di Tengah. Sentuhan karpet panjang yang berada di Tengah-Tengah pintu masuk menuju sofa tamu merupakan aksen pengarah sekaligus sebagai penghangat ruang saat malam hari. Sekat partisi di sisi ruang tamu ialah alternatif baik untuk memisahkan dua ruang yang berlainan, tidak tertutup namun dapat membatasi pandangan. Jika memakai sekat yang tertutup rapat akan membuat ruang tamu menjadi sempit dan kurang memiliki estetika.

Desain Ruang Tamu Ukuran 3×5 Meter Akses Layout Landscape

Pada kasus kali ini, ruang tamu berskala 3 m x 5 m, berada di area paling depan residensial. Sesudah ruang tamu terdapat pembatas antara ruang publik dengan ruang privat berbentuk taman dan kolam, di mana penghubung antar ruang publik dan privat menggunakan lantai kayu. Layout ruang tamu didesain secara maksimal, dengan meletakkan sofa panjang pada dinding bagian kiri ruang, diikuti perletakan meja sofa dan sofa persegi di depannya. Pada bagian sebelah kanan ruang terdapat dua kursi dan satu meja kecil di Tengah yang diletakan dengan jarak cukup lebar kepada meja sofa. Jarak ini merupakan area sirkulasi penghuni dari ruang tamu menuju ruang keluarga.

Ruang tamu dengan ukuran yang cukup luas ini mengangkat tema klasik untuk interiornya. Tema klasik yang didominasi oleh pernak-pernik ala eropa diaplikasikan dalam ruang tamu melalui pemilihan hiasan, furnitur dan aksesoris ruang. Pada dekorasi ruang terdapat pilar tinggi yang mencirikan bangunan klasik disertai ornamen floral. Mebel menggunakan mebel berbahan besi dan kayu lengkap dengan pernak-pernik klasik dan puff untuk sofa. Aksesoris ruang berupa Benda seni, seperti lampu gantung dan lukisan klasik. Pemilihan karpet bermotif klasik dan gorden klasik dengan versi yang cukup berat secara visual dapat memperkokoh kesan klasik pada ruang. Tema ini juga disokong dengan penyeleksian warna, warna yang digunakan pastel coklat dan aksen putih untuk menghemat kesan monoton dan berat pada ruang. Area lukisan menjadi focal point dalam ruang tamu bertema klasik ini. Untuk memperbesar kesan privat pada ruang lain, pembatas ruang tamu dan ruang keluarga dengan kehadiran taman dapat diperkuat dengan menyertakan partisi ringan, seperti kisi-kisi atau gorden.

Desain Ruang Tamu Ukuran 5×6,5 Meter Sudut Miring

Rumah yang terdiri dua lantai ini memiliki ruang tamu yang berukuran 6, 5 m x 5 m. Ruang tamu ini memiliki akses menuju ruang utama, ruang kerja dan kamar depan. Dari ruang tamu kita juga bisa melihat aktivitas keluarga di ruang keluarga, tidak ada penyekat di antara ruang ini sehingga ruangan lebih terasa longgar. Keadaan ruang yang cukup luas dan memiliki taman di area depan rumah mengawali pemikiran rancangan interior untuk ruang tamu dengan nuansa setempat.

Terbaru dengan paduan etnik dalam desainnya, menjadi konsep pada rancangan ruang tamu ini. Terbaru dihadirkan dalam keseluruhan ruang dari furnitur, dinding, lantai, dan plafon. Etnik tersendiri hadir dalam dekorasi dan Benda yang berkarakter “lawas”. Menguatkan karakter material kayu pada ruangan sebagai nuansa lokal. Penambahan elemen pencahayaan yang menghidupkan situasi yang tenteram dan hangat menjadi nilai yang ingin diciptakan atas situasi ruang. Pencahayaan bikinan hadir melalui downlight dan lampu gantung sebagai pencahayaan utama ruang. Lampu gantung mengunakan cup lampu yang menyerupai Kendi dan dibuat lebih rendah dari plafon menyodorkan nuansa hangat pada area duduk.

Dinding putih menjadi pilihan warna ruang. Sedangkan pada salah satu dinding dibalut dengan kayu, repetisi atau jajaran kayu untuk mempertegas karakter etnik, dan untuk meminimalkan kesan monoton pada sisi kayu dapat diberikan penyinaran atau spot lampu dari arah bawah ke atas. Selain itu, pintu dan jendela dibuat besar sesuai kondisi dan keperluan ruang, hal ini menyodorkan bukaan yang cukup untuk sirkulasi udara maupun pencahayaan agar tidak mudah lembab dan panas. Penyeleksian material untuk kusen dan repetisi dinding mengunakan karakter kayu dan warna yang serupa. Lantai mengunakan keramik cream dan dengan plafon berwarna putih.

Layout ruangan memproyeksikan pada salah satu dinding ruang yang miring. Perpaduan sofa dan puff menyodorkan ragam bentuk diruangan, tetapi tetap berirama dengan warna yang senada. Meja kayu dipadukan dengan warna bagian kayu yang berada diruangan. Menambahkan karpet orange yang mempertegas letak area duduk. Standing lamp berwarna orange yang sifatnya terbaru, sebagai penerangan tambahan dimalam hari dalam menghasilkan nuansa hangat pada area yang diteranginya. Bagian dinding miring dijadikan sebagai focal point ruangan, dengan meletakkan lukisan abstrak berwarna dominan oranye sebagai point of view. Kesan hadirnya nuansa etnik dalam ruang juga tampak dari penyeleksian peti tua sebagai pengganti gredenza untuk hiasan. Menambahkan vegetasi dalam vas besar untuk mendatangkan unsur alam dalam ruang.